Anugerah Seni Basoeki Abdullah Ke 3 Digelar Bagi Milenial

Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid hadir pada acara press konference Anugerah Seni Basoeki Abdullah ke 3 di FX Sudirman, Senin (18/2).

Khabarnasional- Anugerah Seni Basoeki Abdullah Award ke 3 tahun ini kembali digelar  untuk memberi kesempatan kepada masyarakat turut serta mengapresiasi secara langsung terlibat dalam aktifitas museum Basoeki Abdullah.

Masyarakat yang dimaksud adalah para generasi muda berusia tujuh belas sampai dengan tiga puluh tahun dari berbagai kalangan dan segala penjuru tanah air yang beraktifitas dengan dunia seni rupa.

Dra. Maeva Salmah M.Si, Kepala Museum Basoeki Abdullah menjelaskan, Tema yang diusung dalam kompetisi ini adalah Mitologisasi yang mengungkapkan ekspresi yang berasal dari karya-karya Basoeki Abdullah terutama karya yang bertema mitologisasi.

“Sejumlah lukisan seperti Djoko Tarub, Nyi Roro Kidul, Dewi Sri, maupun dunia pewayangan adalah beberapa contoh diantaranya, dalam konteks hari ini mitologi masih menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dari berbagai bidang, bidang politik, ekonomi, sosial, agama hingga budaya, Mitologisasi telah menjadi atmosfir yang kental, apalagi tahun 2019 merupakan tahun ambang berbagai kehidupan,” katanya di FX Sudirman, Jakarta, Senin, (18/2).

Menurut Maeva, yang membedakan antara anugerah seni Basoeki Abdullah yang ketiga dengan yang pertama dan kedua adalah dibukanya kesempatan perupa lain untuk berkarya. Selain itu peserta lain dari beberapa negara di Asia Tenggara juga dipersilakan untuk ikut.
 
“Bukan hanya seni lukis tapi instalasi dan video art juga,” sebutnya.

Karya yang masuk nanti akan dinilai oleh lima juri yaitu Pengamat Seni dan Pendidik di UPH, Amir Sidharta, Kurator Seni dan Guru Besar UNESA Surabaya, Djuli Djatiprambudi, Ketua Dewan Kesenian Jakarta, Irawan Karseno, Kurator dan Staf Pengajar ISI Yogyakarta Mikke Susanto, dan Kurator serta Dosen FSRD ITB Rikrik Kusmara.

“Kelimanya diampu untuk memilih lima karya terbaik dari karya peserta yang turut ambil bagian mengirimkan karyanya dalam Anugerah Seni Basoeki Abdullah ketiga, dari lima karya terbaik pilihan juri akan mendapat piagam penghargaan dan dana pembinaan total Rp125 juta,” ujarnya.

Maeva berharap kegiatan ini bisa menjadi cara bagi para generasi muda untuk meneladani sikap kerja keras, kreatif, dan sportivitas yang mampu membentuk insan dan ekosistem seni rupa yang berkarakter dan tetap punya rasa cinta tanah airnya.

“Kegitan ini harapannya dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi para generasi muda seni rupa untuk menggali potensi serta mengasah kreativitas khususnya dalam berkarya,” pungkas Maeva.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *